Minggu, 12 Mei 2013

Teori Eevolusi Kebudayaan



Menurut konsepsi tentang proses evolusi sosial universal, semua harus dipandang bahwa manusia berkembang dengan lambat (berevolusi) dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi.H. Spencer menggunakan bahan etnografi dan etnografika secara luas dan sistematis. Spencer memiliki konsep bahwa seluruh alam, baik yang berwujud nonorganis, organis, maupun superorganis, berfungsi karena didorong oleh kekuatan mutlak yang disebut evolusi universal. Gambaran tentang evolusi universal dari umat manusia menurut Spencer dalam buku nya ‘Principles of Sociology (1876-1896)’, perkembangan masyarakat dan kebudayaan dari setiap bangsa akan melalui tingkat-tingkat evolusi yang sama. Dia juga tidak mengabaika secara khusus tiap masyarakat atau sub-sub kebudayaan bisa mengalami tingkat-tingkat evolusi yang berbeda.Misalnya saja pada awalnya orang Indonesia memiliki kepercayaan Animisme dan Dinamisme, kemudian mulai percaya dengan agama Hindhu-Budha, hingga pada akhirnya mengenal agama Kristen dan Islam. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga mengalami garis besar evolusi universal sesuai dengan apa yang dikatan dalam teori H. Spencer.
L.H.Morgan (1818-1881) adalah seorang perintis antropologi di Amerika terdahulu. Awal kariernya adalah sebagai ahli hukum yang tinggal bersama dengan suku-suku Indian Iroquois di Hulu suangi St. Lawrence ( New York). Ia juga banyak melakukan penelitiannya di sana yaitu untuk meneliti suku Indian Iroquois. Salah satu judul buku terutama dari karya L.H.Morgan adalah Ancient Society (1877) yang berisikan tentang delapan tahapan proses terjadinya evolusi kebudayaan secara universal.
Menurut Morgan evolusi kebudayaan secara universal melalui delapan tahapan ( Dadang Suparlan, 2007:223) yaitu:

1. Zaman Liar Tua. Zaman sejak manusia ada sampai menemukan api, kemudian manusia menemukan keahlian meramu dan mencari akar-akar tumbuhan liar untuk hidup.
2. Zaman Liar Madya. Zaman di mana manusia menemukan senjata busur dan panah. Pada zaman ini manusia mulai merobah mata pencahariannya dari meramu menjadi pencari ikan.
3. Zaman Liar Muda. Pada zaman manusia menemukan senjata busur dan panah sampai memiliki kepandaian untuk membuat alat-alat dari tembikar namun kehidupannya masih berburu.
4. Zaman Barbar Tua. Zaman sejak manusia memiliki kepandaian membuat tembikar sampai manusia beternak dan bercocok tanam
5. Zaman Barbar Madya. Zaman sejak manusia beternak dan bercocok tanam samapai menemukan kepandaian membuat alat-alat atau benda-benda dari logam
6. Zaman Barbar Muda. Zaman sejak manusia memiliki kepandaian membuat alat-alat dari logam sampai manusia mengenal tulisan.
7. Zaman Peradaban Purba, menghasilakan beberapa peradapan klasik zaman batu dan logam
8. Zaman Masa Kini,zaman peradapan klasik sampai sekarang.
            Berdasarkan sedikit penjelasan diatas saya menyimpulkan bahwa evolusi kebudayaan adalah suatu perubahan budaya secara lambat dan berangsur-angsur yang kemudian menuju pada suatu perkembangan.Seperti yang disebutkan oleh L.H.Morgan yaitu adanya delapan tahapan dalam evolusi kebudayaan universal.


Sejarah teori antropologi (Koentjaraningrat),pokok-pokok antropologi budaya (t.o.Ihromi)

Rabu, 01 Mei 2013

Perubahan Sosial Budaya Dalam Masyarakat Gunungsari

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
             Tidak ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan,entah perubahan itu menuju progres atau regres tapi setiap masyarakat pasti akan mengalami yang namanya perubahan sosial.Entah juga itu dalam bidang pendidikan,tegnologi,ekonomi,dll. Tapi seiring perkembangan zaman dan pengaruh global masyarakat pasti akan mengalami perubahan.
             Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang  perubahannya dapat menuju ke arah yang positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini, berarti perubahan dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya perubahan sosial yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat.  
            Sehingga disini saya ingin sedikit mengamati tentang perubahan sosial yang ada di desa saya yaitu Desa Gunungsari,dulunya seperti apa dan sekarang apa saja perubahan yang telah terjadi.Baik yang berpengaruh positif maupun negatif dalam lingkungan masyarakat itu sendiri.


B.Rumusan Masalah
1.      Apa  pengertian perubahan sosial ?
2.      Perubahan sosial apa saja yang terjadi di masyarakat Desa Gunungsari ?
3.      Perubahan sosial  yang terjadi berpengaruh negatif atau positif ?
4.      Bagaimana masyarakat Desa Gunungsari sendiri dalam menyikapi perubahan-perubahan yang ada ?

C.Tujuan
1.      Untuk mengetahui definisi perubahan sosial dalam masyarakat.
2.      Untuk mengetahui perubahan sosial apa saja yang terjadi di Desa Gunungsari.
3.      Untuk mengetahui bagaimana masyarakat Desa Gunungsari menyikapi adanya perubahan sosial.




   BAB II                
                                           PEMBAHASAN

A.Definisi Perubahan Sosial
            Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks.Menurut Gillin dan Gillin perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima,baik karena perubahan kondisi geografis ,kebudayaan materi,komposisi penduduk,ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan baru dalam masyarakat.Sedangkan Selo Soemardjan mengatakan bahwa perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat ,yang mempengaruhi sistem sosialnya,termasuk didalamnya nilai-nilai sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.Tekanan definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia,yang kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.
. Samuel Koenig (1957: 279), mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi dapat disebabkan oleh faktor intern dan ekstern.
            Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi dalam masyarakat baik yang berpengaruh terhadap struktur sosial maupun yang tidak berpengaruh terhadap struktur sosial dan bersifat positif atau negatif bagi masyarakat itu sendiri.


B.Perubahan Sosial yang Terjadi di Desa Gunungsari
            Desa Gunungsari terletak di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah.Masyarakat di sini merupakan masyarakat yang dinamis meskipun ada juga beberapa anggota masyarakat yang masih sulit untuk menerima perubahan.Kebanyakan anggota masyarakat yang sulit dalam menerima perubahan adalah yang berusia tua atau lanjut.Mereka masih mempertahankan kebudayaan ataupun prinsip yang sudah lama mereka pakai.Sudah banyak perubahan sosial yang terjadi di Desa Gunungsari.Dalam bidang pendidikan dulu masyarakat desa  kebanyakan hanya lulusan SD,SMP,  kedua orang tua,nenek,paman atau bibi saya rata-rata hanya lulusan SD,SMP.Hal ini membuktikan bahwa pendidikan dulunya masih rendah.Namun sudah mengalami perubahan, dibuktikan dengan sepupu saya yang lulus sekolah sampai SMK.Kemudian saya yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang.Hal yang sama terjadi pula pada anggota masyarakat lain yang sekarang mau menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.Hal ini dipicu juga oleh dorongan dari orang tua atau keluarga yang ingin melihat anak mereka kesuksesannya melebihi orang tua, juga perekonomian yang sekarang sudah jauh lebih baik dari pada dahulu.Ketika orang tua sudah memiliki niat dan keinginan yang kuat untuk menyekolahkan anak mereka tentu saja hal itu akan menumbuhkan motivasi pada diri anak sendiri.Kemudian perubahan tegnologi juga terjadi di Desa Gunungsari,penggunaan internet yang sudah marak digunakan oleh anggota masyarakat baik yang tua ataupun yang muda membuat informasi-informasi dengan mudah dapat di akses.Penggunaan handphone terbaru,blackberry,androit,komputer,laptop,dll.Yang dulu penyampaian informasi hanya dengan kentongan sebagai simbol-simbol acara tertentu,dan komunikasi lesan dengan tatap muka sebagai alat berinteraksi atau menyampaikan informasi, sekarang sudah mengalami kemajuan pesat.Kalangan anak muda banyak yang sudah menggunakan tegnologi-tegnologi semacam itu.Tidak kalah juga anggota masyarakat seperti ibu-ibu,bapak-bapak,yang bergantung pada televisi sebagai media informasi dan hiburan.
Tidak hanya tegnologi informasi saja yang masuk ke desa Gunungsari tapi ibu-ibu rumah tangga juga sudah menggunakan tegnologi baru untuk mengurus pekerjaan rumah tangga,misalnya mesin cuci,majicom,mixer,dll.Sehingga yang dulunya menanak nasi hanya memakai dandang biasa yang di taruh diatas perapian,mencuci hanya manual pakai tangan,mengaduk adonan hanya memakai tangan,sekarang sudah mengikuti tegnologi-tegnologi baru yang ada.
            Perubahan gaya hidup,juga telah menjangkit di masyarakat Desa Gunungsari.Gaya hidup masyarakat desa dulunya masih sederhana makan makanan tradisional atau makanan khas daerah.Namun sekarang berubah karena adanya makanan-makanan seperti pizza,hamburger,stick,seafood, yang membuat masyarakat lebih konsumtif.Banyaknya cafe-cafe tiruan yang menghidangkan makanan-makanan tersebut, sehingga bagi kalangan anak muda yang menggunakan cafe sebagai tempat tongkrongan cenderung lebih suka makan disitu dari pada makan masakan rumah.Meskipun kebersihan dan kehiginiesan masakan kurang terjamin.Tapi mereka lebih mengutamakan gengsi dari pada kesehatan mereka sendiri.Bukan hanya dari segi makanan berpenampilan pun remaja di Desa Gunungsari sudah tidak mau ketinggalan.Remaja dahulu yang sangat memperhatikan nilai kesopanan sekarang telah pudar.Remaja di desa saya sendiri sebagian berpakaian sudah seperti artis,kaos ketat dengan celana pendek di atas lutut yang biasa disebut hotpen.Penggunaan baju-baju ala korea juga sudah banyak di kalangan remaja,yang kini menjadi style baru bagi mereka.Cara berpenampilan sudah banyak tersugesti oleh media-media seperti televisi,tabloid,majalah dll.
            Perubahan kebudayaan di Desa Gunungsari seperti adanya kondangan sudah luntur.Dulu biasanya kondangan slalu diadakan ketika menjelang puasa yang disebut “megengan” dan mendekati lebaran.Untuk hari-hari tertentu misalnya memperingati 7harian,40harian,100harian,1000harian keluarga yang sudah meninggal,juga diadakan kondangan.Di Desa Gunungsari sendiri terdapat pohon beringin besar yang disebut punden.Dulu setiap malam jumat kliwon penduduk desa sering melakukan kondangan di punden tersebut yang masyarakat desa Gunungsari sendiri menyebutnya “nyadran”.
Namun seiring berkembangnya zaman perubahan sosial budaya mulai terjadi,contohnya tradisi kondangan yang dulu hampir dilakukan oleh seluruh masyarakat sekarang hanya beberapa saja yang masih menjalankan tradisi tersebut.Meskipun kondangan untuk peringatan hari kematian masih menjadi tradisi yang berjalan di desa Gunungsari.
            Perubahan dalam bidang ekonomi yaitu perubahan yang terjadi dalam perekonomian masyarakat desa Gunungsari.Desa Gunungsari didominasi oleh para pedagang,terutama pedagang makanan atau jajan pasar.Namun karena pendidikan di sini sudah mengalami perkembangan sehingga profesi di desa ini pun sudah sangat beraneka ragam.Misal dulu hanya didominasi oleh pedagang sekarang pekerjaan lain seperti penjahit,guru,dokter,sopir,polisi dll semua sudah ada di desa ini.Ada yang ekonominya tinggi dan ada juga yang ekonominya rendah.Tapi untuk yang menjadi pejabat besar dalam bidang politik di desa Gunungsari sendiri belum ada.
            Perubahan sosial dalam bidang kesamaan gender.Dulu kebanyakan, walaupun tidak semua,laki-laki di desa Gunungsari yang bekerja dirumah mengurus rumah tangga sedangkan istrinya berjualan di pasar.Keliatan seperti ada keterbalikan peran,tapi meskipun sekarang masih ada tidak sebanyak dulu.Peran lelaki sudah mulai berjalan dengan benar,menjadi benar-benar sosok kepala keluarga dalam rumah tangga.


C.Pengaruh Perubahan Sosial yang Terjadi di Desa Gunungsari
            Segala sesuatu yang mengalami perubahan pasti akan ada pengaruhnya baik pengaruh itu bersifat positif atau negatif.Semua pasti membutuhkan proses ketika akan menuju suatu hal yang lebih baik.Ada beberapa pengaruh atau dampak yang terjadi ketika Desa Gunungsari mengalami sebuah perubahan meskipun perubahan itu adalah perubahan kecil yang tidak begitu berpengaruh bagi struktur sosial dalam masyarakat.Berikut ini adalah pengaruh yang terjadi di Desa Gunungsari sesuai dengan bidang perubahan yang terjadi.

Pengaruh perubahan sosial dalam bidang pendidikan:
Dampak positif :
a.       Taraf pendidikan yang meningkat berpengaruh positif untuk mendapatkan profesi yang lebih baik.
b.      Menjadikan masyarakat desa sebagai masyarakat yang intelektual.
c.       Mengangkat derajad orang tua karena anaknya lebih berpendidikan dan profesinya lebih mapan
Dampak negatif:
a.       Karena pendidikan tinggi sudah menjadi hal yang membudaya,terjadi kesenjangan sosial antara anggota masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya.Atau bahkan keluarga tersebut merasa minder dengan sendirinya.
b.      Anak-anak yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah di paksa bekerja oleh orang tuanya baik bekerja di lingkungan sendiri maupun luar daerah.
c.       Anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan terjerumus ke dalam pergaulan negatif seperti mabuk,minum-minuman keras,tergabung dengan geng motor yang tidak jelas,dimana mereka sudah merasa ketinggalan dengan teman-temannya yang berpendidikan.
Pengaruh perubahan sosial dalam bidang tegnologi:
Dampak positif:
a.       Masyarakat Desa Gunungsari menjadi lebih berwawasan dan lebih update tentang fenomena-fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat luas.
b.      Remaja desa menjadi tidak gagap tegnologi.
c.       Mempermudah masyarakat desa dalam menjalankan aktivitasnya.
Dampak negatif :
a.       Penyalahgunaan media informasi seperti internet membuat para remaja dengan mudah membuka situs-situs porno.
b.      Remaja terutama pelajar mejadi malas berfikir karena setiap ada tugas dengan mudah dapat “copy paste” di internet.
c.       Tegnologi rumah tangga yang semakin maju memicu terjadinya persaingan antar tetangga untuk dapat memakai tegnologi-tegnologi baru tersebut.
Pengaruh perubahan sosial dalam bidang kebudayaan:
Dampak positif:
a.       Masyarakat Desa Gunungsari dapat lebih berfikir logis dan lebih modern.
b.      Dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus terikat tradisi lama yang kadang menghambat terjadinya sebuah perubahan.
c.       Berkurangnya pemikiran-pemikiran mengenai hal yang mistis dan tidak logis.
Dampak negatif:
a.       Hilangnya tradisi sehingga Desa Gunungsari seperti kehilangan salah satu unsur kebudayaan miliknya
b.      Masyarakat yang masih percaya dan masih melakukan ritual khusus (misal nyadran di punden)  dipandang aneh oleh masyarakat lain.
Perubahan sosial dalam bidang ekonomi:
Dampak positif:
a.       Kesejahteraan masyarakat lebih terjamin ketika pekerjaannya pun semakin meningkat.
b.      Kebutuhan dapat dengan mudah terpenuhi.
c.       Pendidikan dengan mudah dapat dijangkau.
d.      Berkurangnya pengangguran karena masyarakat desa sudah banyak yang bekerja walaupun sebagai pedagang atau pembantu pedagang.
Dampak negatif:
a.       Adanya persaingan antar masyarakat desa Gunungsari yang berprofesi sama.
b.      Kesenjangan sosial antara masyarakat yang berekonomi tinggi,sedang,dan berekonomi rendah.
c.       Adanya anggota masyarakat yang mudah menyepelekan orang lain ketika dia sendiri berekonomi tingi/mapan.
Pengaruh perubahan sosial mengenai kesamaan gender:
Dampak positif:
a.       Setelah mengalami perubahan peran laki-laki menjadi semakin jelas.
b.      Terbantunya perekonomian keluarga karena istri tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tapi juga berkarya sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
Dampak negatif:
a.       Adanya penyepelean laki-laki sebagai kepala keluarga ketika penghasilan ibu lebih tinggi.
b.      Laki-laki kehilangan peran dan fungsinya dalam keluarga yang terjadi pada sebagian masyarakat.
            Tersebut di atas merupakan pengaruh dari perubahan sosial yang terjadi di Desa Gunungsari.Ada pengaruh positif dan ada juga pengaruh negatif yang terjadi akibat perubahan sosial.


D.Cara Masyarakat Desa Gunungsari dalam Menyikapi Perubahan yang Ada
            Dalam setiap masyarakat pasti memiliki cara sendiri-sendiri dalam menyikapi suatu perubahan yang terjadi.Mempunyai filter masing-masing mengenai perubahan apa yang harus diikuti dan apa yang harus dihindari,atau dapat dikatakan memilah-milah yang sesuai dengan kepribadian kita masing-masing.
            Disini masyarakat Desa Gunungsari mengikuti dan menyikapi dengan positif perubahan sosial yang menyangkut pendidikan.Karena mereka ingin kesejahteraan dan perekonomian anaknya melebihi orang tuanya.Bentuk-bentuk dukungan masyarakat Desa Gunungsari bahwa mereka mendukung adanya pendidikan yang lebih tinggi yaitu dengan menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi,mendukung anak-anaknya untuk ikut bimbel,dll.
            Perubahan sosial dalam bidang tegnologi disikapi dengan positif pula oleh sebagian masyarakat.Masyarakat memberi kebebasan anaknya untuk mampu menggunakan tegnologi baru.Misal dengan membelikan laptop,HP baru yang fiturenya lebih banyak dan lebih menarik.Namun ada juga sebagian masyarakat yang tidak suka dengan tegnologi-tegnologi baru yang masuk ke Desa Gunungsari.Misalnya internet yang sebagian masyarakat menilai bahwa internet hanya akan merusak mental para pelajar karena dengan mudah membuka situs-situs porno.Tapi sebenarnya hal itu kembali ke diri kita masing-masing agar mempunyai prinsip untuk tidak akan menyalahgunakan media yang ada.
            Masyarakat juga menyikapi dengan baik mengenai perubahan sosial di bidang ekonomi,yaitu mereka semakin semangat dalam menciptakan inovasi-inovasi masakan baru yang sekiranya laku di pasaran.Misal membuat kue-kue yang lebih varian yang tentu saja masih bersifat tradisional jawa.Mencari menu baru untuk menambah dagangan dan berusaha untuk mengembangkan kreatifitas yang ada.
            Dalam bidang kebudayaan sudah terlihat jelas masyarakat Desa Gunungsari mendukung adanya sebuah perubahan karena buktinya sebagian tradisi sudah mulai luntur dan menjadi lebih modern.Dan juga lebih terbuka dengan adanya kebudayaan baru.
            Perubahan gaya hidup,sepertinya masyarakat Desa Gunungsari kurang menyikapi secara positif,terutama kalangan tua yang menganggap perubahan gaya hidup menjadikan anggota masyarakat lebih konsumtif,dan budaya kesopanannya memudar.Seperti yang sudah diterangkan diatas dilihat dari makanan yang dikonsumsi dan juga gaya berpakaian yang minim misalnya keluar rumah dengan menggunakan hotpen,itu membuat sebagian masyarakat kurang menyambut perubahan sosial dengan positif.
            Masyarakat Desa Gunungsari tampaknya tidak begitu mempermasalahkan mengenai perubahan yang menyangkut persamaan gender mereka hanya menempatkan posisi lelaki yang seharusnya menjadi kepala keluarga.







BAB III
                                                           KESIMPULAN

            Dari beberapa pengamatan diatas kita dapat menyimpulkan sedikit mengenai perubahan sosial yaitu bahwa dalam setiap masyarakat itu adalah dinamis tidak statis sehingga akan selalu mengalami perubahan baik perubahan yang berdampak positif maupun perubahan yang berdampak negatif.Dalam setiap perubahan,masyarakat sendiri harus mempunyai filter yaitu perubahan apa yang harus diikuti yang sesuai dengan kepribadian kita dan perubahan apa yang tidak sesuai dengan kepribadian kita.Sehingga kita dapat menjadi dinamis namun kita tidak kehilangan jati diri kita sendiri.














DAFTAR PUSTAKA


Buku Sosiologi Suatu Pengantar oleh Soerjono Soekanto
Dalam social changes in yogyakarta,1962, (New York: Cornell University Press, Ithaca, hlm.279