LAPORAN
PENELITIAN
SOSIOLOGI PEMBANGUNAN : MASALAH PENYALAHGUNAAN WARNET DALAM UPAYA PEMBANGUNAN MASYARAKAT SEKARAN DAN
SAMPANGAN DALAM BIDANG TEKNOLOGI DI ERA GLOBALISASI DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI
Disusun untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah Sosiologi Terapan
Disusun Oleh:
1.
Ahmad
Mutho’illah (3401412141)
2.
Irfan
Setyo Wibowo (3401412179)
3.
Noor
Anggraini (3401412178)
4.
Indriyani Lafiantyas (3401412143)
5.
Ajeng
Muktiyana (3401412155)
PENDIDIKAN
SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU
SOSIAL
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2013
Pembangunan
merupakan sesuatu yang direncanakan. Peubahan juga mempunyai tujuan dan
perideisasi yang jelas. Pada dasarnya pembangunan harus merupakan sesuatu yang
bertujuan untuk memecahkan masalah dan berbagai masalah yang terjadi dalam
masyarakat. Partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat mutlak diperlukan. Tanpa
partisipasi masyarakat, pembangunan hanyalah menjadikan masyarakat sebagai ojek
semata. Salah satu kritik adalah masyarakat “tidak memiliki” dan “acuh tak acuh”
bahkan melakukan penyalahgunaan terhadap program pembangunan yang ada.
Penempatan masyarakat sebagai subjek pembangunan mutlak diperlukan sehingga
masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan tersebut.
Salah
satu pembangunan yang terjadi dalam masyarakat adalah pembangunan yang terjadi
dalam bidang teknologi. Dalam pembangunan pada era globalisasi dan kemajuan
seperti sekarang ini, teknologi sangat
diperlukan dalam masyarakat. Teknologi dapat membatu terciptanya pembangunan
dalam masyarakat yang dapat terjadi dengan cepat. Teknologi dapat membantu
setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan membantu perkembangan suatu
masyarakat.
Dalam
kemajuan teknologi dan percepatan pembangunan dalam masyarakat pada era
globalisasi seperti sekarang ini, masyarakat lama kelamaan seolah menjadi
terdorong untuk mampu menggunakan dan memanfaatkan teknologi. Masyarakat juga
menjadi seolah-olah dituntut oleh kemajuan teknologi tersebut dan dituntut juga
untuk mengikuti perkembangannya. Jadi pembangunan dalam hal teknologi ini
menjadi seperti menuntut masyarakat untuk terus memanfaatkan dan
menggunakannya. Karena banyaknya orang yang menggunakan dan mengikuti
perkembangan teknologi yang kemudian mengakibatkan pembangunan teknologi
berjalan dan berkembang secara cepat dan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Namun
dari adanya pembangunan dalam bidang teknologi ini mengakibatkan berbagai
masalah dan menimbulkan suatu penyimpangan-penyimpangan terhadap pemakaian dan
perkembangan teknologi tersebut. Karena bagaimanapun kemajuan teknologi juga
kadangkala tidak semuanya berjalan dengan mulus. Terkadang terdapat berbagai
hambatan-hambatan dan masalah yang terjadi akibat manusia atau masyarakat itu
sendiri. Masalah-masalah dan hambatan-hambatan yang terjadi inilah yang kadangkala
juga menghambat pembangunan masyarakat dalam bidang teknologi. Meskipun tujuan
pembangunan tersebut adalah baik.
Hal-hal
yang menghambat dan masalah-masalah seperti itu terjadi akibat dari
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh manusia atau masyarakat itu sendiri.
Dimana manusia dan masyarakat yang
mencoba memakai dan mengembangkan teknologi itu sendiri yang mereka lakukan
untuk pembangunan dalam masyarakat. Tindakan-tindakan yang dapat menjadi
hambatan-hambatan tersebut contohnya adalah penyalahgunaan teknologi yang
bertujuan untuk melakukan pembangunan, pemakaian teknologi yang tak jelas
bagaimana tujuan dan pemakaiannya, kurang maksimal dalam mengembangkan teknologi tersebut dan
lain sebagainya.
Hal tersebut sebenarnya dapat dihindari atau
ditanggulangi dengan mudah. Namun, semua itu juga kembali pada bagaimana
nantinya kembali pada masing individu-individu dan masyarakat tersebut
melakukan tindakan pada pemafaatan teknologi tersebut. Apakah benar akan
dimanfaatkan untuk tujuan pembangunan dalam bidang teknologi atau melakukan
penyalahgunaan terhadap teknologi tersebut.
Dalam
penelitian ini akan dibahas mengenai penyimpangan yang terjadi dalam bidang
teknologi. Bagaimana yang seharusnya teknologi tersebut dapat digunakan untuk
mencapai tujuan pembangunan masyarakat secara cepat dan mudah tetapi justru
disalahgunakan oleh orang-orang tertentu. Penyalahgunaan yang ada dalam
masyarakat ini lama-kelamaan akan terus ada dan dilakukan secara terus-menerus
oleh masyarakat. Penyalah gunaan inilah
yang juga mengakibatkan terjadinya perilaku menyimpang yang terjadi dalam
masyarakat karena telah dilakukan oleh masyarakat dan bahkan sangat sering
dilakukan.
Salah
satu penyimpangan yang terjadi dalam teknologi dalam pembangunan masyarakat
adalah pemanfaatan warung internet (warnet) dalam masyarakat yang mengalami
pergeseran fungsi atau mengalami penyalahgunaan yang dilakukan oleh masyarakat
itu sendiri.
Kejadian-kejadian
atau masalah-masalah seperti ini seringkali kita jumpai dan bahkan sebagian
besar dapat kita temui diberbagai daerah di indonesia. Namun terkadang cara
atau bagaimana cara melakukan tindakan-tindakan menyimpang tersebut
berbeda-beda tiap daerah meskipun merupakan suatu tujan atau persamaan yaitu sama-sama
melakukan penyalahgunaan dalam perilaku mereka (masyarakat). Namun dari
banyaknya kasus-kasus tersebut, biasannya dilakukan oleh masyarakat yang
tinggal di daerah perkotaan. Karena memang, di kota juga merupakan tempat yang
tepat untuk pemajuan pembangunan masyarakat dalam bidang teknologi. Suatu
pembangunan bangunan juga terkadang
dilakukan dalam suatu daerah perkotaan dengan berbagai cara mereka
masing-masing. Daerah perkotaan menjadi yang tepat dalam pembangunan dalam
bidang teknologi karena dalam masyarakat kota biasanya masyarakatnya sangat
banyak yang ikut berpartisipasasi dalam suatu tindakan atau keperluan.
Daerah
perkotaan dengan ciri-ciri khas masyarakat kota sendiri. Masyarakat perkotaan
juga kebanyakan kapasitas dan penyalahgunaan terhadap penyalahgunaan tersebut.
Kemudian masyarakat kota memiliki relatif dapat lebih mudah mendapatkan atau
menerima budaya dari luar atau kemudian salah dalam penggunaan atau pemanfaatan
teknologi dalam pembangunan berbasis teknologi ini. Jadi meskipun tujuan
utamannua adalah suatu pembangunan tetapi justru terkadang terjadi berbagai sebaliknya.
Penelitian
ini dilakukan dengan tema pencegahan penyalahgunaan warnet didaerah kampus
unnes sekaran dan berbagai daerah di sekitar daerah sampangan. Penelitian
tersebut dilakukan dengan memilih tempat tersebut dengan alasan:
1. Letaknya
dekat dengan kampus unnes semarang
2. Daerah tersebut merupakan kawasan
mahasiswa dan pelajar dimana banyak juga orang memanfaatkan teknologi dalam hal
penyewaan usaha warnet
3. Akhir-akhir ini banyak keresahan dari
warga tentang warnet
4. Adanya razia yang dilakukan oleh petugas
satpol PP Kota Semarang
Penyalahgunaan Warnet
di Semarang
Pada
era globalisasi seperti ini, internet menjadi sesuatu yang sangat penting dalam
kehidupan masyarakat. internet sangat dibutuhkan dalam melakukan kegiatan
sehari-hari untuk menunjang kegiatan dan kesibukannya ataupun hanya untuk
pencari hiburan semata. Karna kebutuhan akan internet yang telah banyak
dikalangan masyarakat inilah yang menjadi pendorong banyaknya warnet-warnet
yang berdiri dan banyak orang yang mencari usaha warung internet (warnet).Hal
tersebut sudah umum dan banyak terjadi dalam masyarakat manapun. Tak terkecuali
pada masayarakat sekitar UNNES Semarang kampus Sekaran, Gunung Pati dan wilayah
sekitar sampangan.
Dengan
adanya kebutuhan akan internet yang semakin banyak ini, diikuti dengan
banyaknya juga pengusaha yang tertarik untuk membuka usaha warung internet
(warnet). Warnet di daerah sekitar kampus UNNES sekaran dan sekitar sampangan
semarang jumlahnya memang lumayan banyak. Dari beberapa warnet yang telah di
observasi, terdapat berbagai jenis warnet dengan model tempat yang
berbeda-beda. Seperti contoh gampang adalah ada warnet yang berbentuk terbuka
(tanpa berbilik), ada yang semi berbilik, dan sampai ada juga yang berbilik
dengan sangat tertutup.
Warnet-warnet
tersebut juga biasanya di klasifikasikan pada fungsi utama penggunaan warnet
tersebut juga. Misalkan ada warnet game online cyber yang terletak di jalan Mr.
Koesbiyono Chondrowibowo Patemon Gunung Pati. Warnet Cyber ini merupakan warnet
yang termasuk dalam klasifikasi warnet game online. Jadi tidak seperti
kebanyakan warnet-warnet pada umumnya di daerah sekitar UNNES dan sekitar
sampangan yang menggunakan bilik-bilik ruangan dan bahkan sangat tertutup
sehingga tak bisa dilihat apa aktivitas yang sedang dilakukan di dalam bilik
tersebut. Warnet game online seperti yang ada di warnet cyber ini merupakan
warnet yang bersifat terbuka dan tidak ada sama sekali yang tertutup atau
menggunakan bilik. Monitor komputer bahkan bisa dilihat oleh banyak orang
karena bersifat terbuka dan tempatnya juga yang memiliki ruangan yang lumayan
luas dan lebar.
Selain
itu ada warnet yang bersifat tertutup (menggunakan bilik) warnet seperti ini
sangat banyak atau mudah kita temukan di jalan-jalan sekitar Kampus UNNES dan
Jalan Utama Sampangan Semarang. Warnet seperti ini biasanya menggunakan
bilik-bilik yang digunakan untuk membatasi antar pengguna warnet satu dengan
yang lainnya. Jadi mereka seperti mempunya ruangan-ruangan tersendiri karena
pemisahan oleh bilik-bilik tersebut. Bilik-bilik yang digunakan dalam
warnet-warnet tersebut juga beragam. Ada yang mensekat atau membuat bilik
dengan teriplek, kemudian kayu, bahkan di dekat gang setanjung juga terdapat
warnet yang hanya menggunakan kain yang di gunakan sebagai pembatas dan
digunakan sehingga menjadi sebuah bilik-bilik.
Selain
kedua jenis warnet tersebut, warnet terbuka (game online) dan warnet tertutup
(dengan menggunakan bilik) ada juga warnet yang memiliki tempat seperti
keduanya yaitu ada tempat terbuka dantertutup dalam satu atap dan satu warnet.
Seperti apa yang kita tanyakan kepada operator warnet tersebut, warnet tersebut
juga memisahkan keduannya dimana komputer-komputer yang berada di luar bilik
(terbuka) digunakan untuk game online dan yang menggunakan bilik biasanya
digunakan hanya utuk browsing-browsing saja atau untuk mengetik.
Masalah penyalahgunaan warnet
Seperti yang diketahui bahwa fungsi
warnet adalah sebagai tempat orang mencari informasi melalui internet. Internet
juga berfungsi untuk pencari hiburan seseorang semata. Tetapi seiring
berjalannya waktu dan perkembangan jaman yang terjadi di era globalisasi ini,
fungsi atau kegunaan warnet mulai sedikit mengalami pergeseran. Sekarang fungsi
warnet sudah tidak lagi sebagai tempat mencari informasi dan hiburan saja, tapi
sudah digunakan sebagai tempat pacaran atau mesum yang tentunya dilakukan oleh
kaula muda baik yang statusnya masih pelajar, mahasiswa maupun yang udah kerja
sekalipun. Warnet sebagai tempat pacaran dan mesum ini juga yang mengakibatkan
warga resah. Baik warga di sekitar warnet tersebut maupun yang tidak.
Keresahan warga ini memang salah satu penyebabnya
adalah seperti itu. Warnet sudah beralih bukan hanya untuk tempat pencari
informasi dan internet saja, tetapi digunakan untuk melakukan tindakan
tindangan yang menyimpang. Mereka yang berada di sekitar warnet tentunya risih
dan tidak enak melihat warnet yang berada dekat dengan rumah dan lingkungan
mereka justru digunakan sebagai tempat seperti itu. Kemudian yang letaknya
berjauhan dengan warnet juga mengatakan hal yang sama karena mereka juga tidak
mau nantinya anak-anak mereka juga justru melakukan hal-hal menyimpang seperti
itu karena adanya warnet yang meresahkan tersebut.
Masalah-malasah tersebut memang sangat mengganggu
masyarakat. karena mau bagaimana masa depan anak tersebut baik pelajar maupun
mahasiswa pada khususnya apabila warnet justru digunakan untuk hal-hal yang
menyimpang tersebut. Kemudian juga mau bagaimana nasib masa depan bangsa indonesia
pada umumnya apabila perbuatan kalangan remaja dalam menggunakan warnet seperti
itu.
Contoh-contoh masalah yang terjadi dalam warnet yang
telah disalah gunakan dan mengalami penyalahgunaan dalam kalangan remaja ini
sangat beragam. Berikut ini adalah berbagai contoh tindakan-tindakan menyimpang
yang dilakukan remaja dalam penyalahgunaan mereka terhadap penggunaan warnet :
1.
Sebagai
tempat membolos
Warnet juga merupakan salah satu
tempat fovorit bagi remaja atau pelajar untuk membolos. Mereka biasanya
bersembunyi di warnet berbilik bahkan kadang juga di warnet terbuka untuk
bermain game online untuk mengisi waktu pada saat jam membolosnya. Seperti yang
dikatakan oleh seorang penjaga atau operator salah satu warnet bahwa kadang
kala justru banyak pelajar yang sengaja datang menggerombol bersama
teman-temannya ke warnet tersebut. Para pelajar tersebut juga datang bukan pada
jam pulang sekolah atau sebelum berangkat sekolah. Tetapi pada saat jam-jam
sekolah sedang berlangsung.
2.
Sebagai
tempat berpacaran kaula muda
Selain sebagai tempat favorit bagi
para pelajar untuk membolos, warnet juga merupakan tempat favorit untuk
berpacaran kaula muda. Banyak mereka yang sengaja ke warnet untuk berpacaran.
Bahkan yang parah lagi juga mereka berpacaran pada saat jam sekolah. Mereka
membolos bersama dan menggunakan warnet sebagai tempat pacaran mereka.
3.
Warnet
sebagai akses pornografi
Ada hal yang tidak baik tetapi sebenarnya
sudah banyak yang mengetahuinya. Hal tersebut adalah warnet sebagai tempat
untuk membuka konten-konten pornografi dan semacamnya. Hal ini juga di katakan
oleh salah satu operator warnet yang kita observasi. Dimana operator warnet
juga mengatakan kadangkala ada pelanggan yang membuka konten-konten pornografi.
Dia dapat melihatnya karena hal tersebut dapat dilihat dari komputer server.
Dia mengatakan apabila tahu atau menemukan pengguna yang membuka konten-konten
pornografi seperti itu, dia langsung menutup akses pornografi tersebut atau
sekedar mengingatkannya melalui pesan server atau LAN. kemudian yang lebih
parahnya, kadangkala yang membuka akses pornografi tersebut adalah para pelajar
dan anak dibawah umur.
4.
Sebagai
tempat mesum
Selain penyimpangan-penyimpangan dan
penyalahgunaan warnet yang telah di contohkan di atas, ada juga tindakan yang
sangat dibaik yang dilakukan di dalam warnet. Tidak hanya hanya di gunakan
untuk membuka konten-konten pornografi saja, tetapi juga digunakan untuk tempat
bercumbu, bermasraan dan mesum dalam warnet.
Hal-hal
seperti ini biasanya terjadi pada warnet-warnet yang menggunakan bilik-bilik.
Kemudian bilik-bilik dalam warnet ini juga biasanya adalah bilik tertutup yang
dimana ketika kita di luar bilik sama sekali tidak terlihat aktivitas apa yang
sedang dilakukan oleh orang yang berada di dalam bilik tersebut. Biasanya para
pelakunya adalah para remaja yang sedang dimabuk asmara. Ini bisa terjadi
karena para penjaga warnet kurang peduli akan apa yang dilakukan para pengguna
warnetnya, tempat warnet yang tertutup, dan tidak adanya alat pemantau penguna
warnet, seperti CCTV.
Analisis
masalah
Dalam
kehidupan sehari-hari, tidak semua orang bertindak sesuai dengan norma-norma
dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Tindakan yang tidak sesuai
dengan norma-norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat dinamakan perilaku
menyimpang. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang
tidak mematuhi norma-norma dan nilai sosial yang sudah berlaku dimasyarakat.
Hal ini sama halnya seperti masalah-masalah yang dialami dan dilakukan oleh
masyarakat terhadap penyalahgunaan warnet yang telah dijelaskan pada pembahasan
diatas.
Dari
permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam penyalahgunaan warnet ini sebenarnya
dapat di hindari dan dapat dicegah agar perilaku dan tindakan-tindakan
menyimpang tersebut tidak terus dilakukan dalam remaja dan masyarakat pada
umumnya. Perilaku menyimpang sendiri dapat memiliki definisi-definisi dari para
ahli seperti berikut :
a)
Robert M.Z Lawang :
Perilaku menyimpang
adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem
sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk
memperbaiki perilaku menyimpang.
b)
Paul B. Horton :
Penyimpangan adalah
setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma
kelompok atau masyarakat.
c)
Bruce J. Cohen :
Perilaku menyimpang
adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan
kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
d)
James W. Van der Zenden :
Perilaku menyimpang
adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas
toleransi oleh sejumlah besar orang.
e)
Lewis Coser :
Perilaku menyimpang
merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan kebudayaan dengan perubahan
sosial
Jika di
analisis dengan teori sosiologi, tindakan-tindakan terkait penyalahgunaan
warnet dalam kalangan remaja dapat dikategorikan dalam Teori
Differential Association ( Teori Pergaulan yang Berbeda ) yang dikemukakan oleh
Edwin.H. Sutherland
Teori
Differential Association (Teori Pergaulan yang berbeda) ini adalah penyimpangan
bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telah menyimpang.
Penyimpangan di peroleh melalui alih budaya (Cultural Tansmission).
Melalui proses ini, seseorang mempelajari suatu subkebudayaan yang menyimpang
(deviant subculture).
Hal
ini dapat terlihat dari bagaimana para remaja melakukan tidakan-tindakan
penyimpangan perilaku tersebut. Dimana bisa saja mereka melakukan atas dasar
pengalaman atau cerita-cerita dari teman mereka yang melakukan penyimpangan dan
penyalahgunaan terhadap warnet tersebut. Kemudian hal itulah yang bisa
mendorong sesorang untuk melakukannya dan akhirnya perbuatan dan penyimpangan
tersebut selalu terjadi dan dilakukan oleh para remaja.
Selain
itu berita atau informasi yang kurang baik tentang pemanfaatan warnet yang
tidak baik juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan penyimpangan dan
penyalahgunaan tersebut. Seperti contoh membolos di warnet, menonton konten
pornografi dan mesum di warnet.
Penyelesaian
Masalah
Dalam
menyikapi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam penyimpangan dan
penyalahgunaan warnet di kalangan remaja pada khususnya dan masyarakatpada
umumnya, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara tersebut dapat
dilakukan mulai dari diri individu itu sendiri, pelurusan tindakan menyimpang
maupun adanya kontrol sosial yang di lakukan oleh pemerintah atau masyarakat.
1.
Penyadaran
tiap individu
Hal seperti ini
sebenarnya mudah-mudah sulit. Karena semua tegantung pada bagaimana individu
sadar dan menyadari bahwa hal tersebut adalah sebuah perbuatan yang menyimpang
dan perbuatan yang menyimpang tersebut juga tidak seharusnya dilakukan. Namun
ada masalah yang sedikit menghambat cara seperti ini. Penghambat tersebut
adalah kurangnya kesadaran yang ada dalam individu bahwa penyalah gunaan warnet
dan penyimpangan tersebut di boleh dan tidak seharusnya dilakukan.
2.
Pelurus
tindakan menyimpang
Apabila penyadaran yang
dilakukan mulai dari diri sendiri tidak berhasil, bisa dilakukan cara dengan
melakukan orang lain sebagai pembantu hilangnya perbuatan menyimpang tersebut.
1. Perlu diberikan informasi-informasi
tentang tidak baiknya penyalahgunaan warnet terhadap masa depan dan kebiasaan
masyarakat. karena dapat kita ketahui sendiri bahwa perbuatan penyalahgunaan
warnet tersebut merupakan suatu tindakan yang salah. Karena pada dasarnya
pembangunan dalam bidang teknologi dan fungsi warnet adalah sarana penyampai
informasi yang baik dan mudah bagi masyarakat. bukan justru di manfaatkan untuk
melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik dan menyimpang.
2. Usaha ini dapat di lakukan dengan cara
himbauan-himbauan yang dapat di berikan dan disebar luaskan. Himbauan tersebut
dapat dilakukan baik oleh pemerintah sendiri yaitu dari departemen komunikasi
dan informatika, bisa dari pemilik dan penjaga warnet dengan memberukan
tulisan-tulisan atau larangan untuk menyalahgunakan warnet. Seperti contoh :
a.
Dilarang
bermain pada saat jam sekolah atau menggunakan seragam sekolah pada saat jam
sekolah sedang berlangsung
b.
Dilarang
membuka, menonton dan menyebarluaskan konten-konten pornografi dan semacamnya
c.
Dilarang
berbuat mesum di dalam warnet, dan lain sebagainya.
3.
Apabila
usaha-usaha pencegahan dan pengontrolan tersebut tidak dapat mengurangi dan
menghilangkan perilaku menyimpang dan penyalahgunaan warnet tersebut. Maka
perlu dilakukan tindakan yang lebih tegas dalam menyikapi hal-hal seperti ini.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam usaha penyelesaian masalah dalam
hal ini, yaitu :
a.
Salah satu
tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan cara pemerintah yang disini bisa
dari departemen komunikasi dan informatika ataupun pemerintah daerah. Dengan
cara melakukan peringatan tertulis kepada pengusaha warnet yang kedapatan
menyediakan atau tempat usahanya di gunakan sebagai tempat penyimpangan
tersebut.
Hal ini dapat mendorong pengusaha
atau pemilik warnet berusaha untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang
dilakukan di warnet miliknya.
b.
Kemudian
tidak hanya peringatan saja. Tetapi juga harus ada sanksi yang diberikan kepada
pemilik warnet yang tidak mengikuti himbauan dan tidak mengindahkan peringatan
larangan tersebut dengan tetap tidak adanya larangan melakukan
tindakan-tindakan menyimpang di warnet tersebut. Hal ini juga dapat mendorong
pemilik warnet berusaha semaksimal mungkin menghindari terjadinya tindak
penyimpangan dan penyalahgunaan warnet agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan dan tidak mendapatkan sanksi tersebut.
c.
Di lakukan
pendataan dan pengontrolan terhadap warnet-warnet. Hal ini dapat bermanfaat
pada tertibnya warnet-warnet yang ada di daerah sekaran (sekitar kampus unnes)
dan daerah sekitar sampangan. Kemudian juga dari pendataan tersebut dapat di
lakukan pengontrolan yang maksimal. Dari pengontrolan tersebut diharapkan tidak
ada lagi penyimpangan dan penyalahgunaan warnet di daerah sekitar unnes dan
sekitar sampangan semarang.
d.
Di
lakukannya razia rutin terhadap warnet-warnet. Terutama warnet yang sekiranya
yang disinyalir sebagai tempat favorit pelajar membolos, berpacaran dan melakukan
tindakan mesum di warnet. Razia tersebut dapat dilakukan pada jam pelajaran
atau jam-jam sekolah agar dapat menindak pelajar-pelajar yang membolos pada jam
sekolah dan justru pergi ke warnet untuk melakukan tindakan-tindakan yang
menyimpang. Kemudian bisa juga dalam waktu-waktu tertentu seperti malam hari.
Ini diharapkan dapat mengurangi tindakan penyimpangan yang dilakukan di warnet
dan tindakan asusila di dalam warnet.
Razia juga sangat berpengaruh
sebagai kontrol dan penindak yang baik bagi penyimpangan-penyimpangan dan
penyalahgunaan warnet. Seperti yang akhir-akhir ini juga dilakukan oleh
pemerintah Kota Semarang. Razia ini dilakukan di daerah sekitar sampangan dan
beberapa warnet di daerah sekaran (kampus UNNES). Razia tersebut juga berhasil
menyiduk pelaku-pelaku penyimpangan di dalam bilik warnet dan juga
peasangan-pasangan yang sedang asik berbuat mesum di dalam bilik warnet.
Beberapa pemecahan masalah tersebut
diharapkan dapat menjadi kontrol dan dapat mengurangi dan menghilangkan
perbuatan menyimpang dan penyalahgunaan warnet. Karena warnet juga merupakan
usaha pembangunan masyarakat dalam bidang teknologi yang dapat membantu
memberikan banyak manfaat bagi masyarakat modern di era globalisasi apabila
digunakan dengan baik dan bijak. Bukan justru dilakukan untuk tindakan-tindakan
menyimpang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar