Selasa, 01 Oktober 2013

Pasar Krempyeng di Dalam Struktur Sosialnya

Pasar Krempyeng di Dalam Struktur Sosialnya
  Oleh : Ahmad Mutho’illah  (3401412141)

Pengertian pasar, secara sempit pasar adalah satu tempat pertemuan dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli dan jasa. Secara luas pasar adalah tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan pembeli yang melakukan uang untuk membeli barang dengan harga tertentu.  Secara khusus pasar adalah (1) Sebagai sarana distribusi. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya pada konsumen.     (2) Sebagai pembentuk harga. Di pasar terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli sehingga terbentuklah harga (3) Sebagai sarana promosi
Dengan berbagai macam cara para produsen memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen sehingga para konsumen berniat membeli barang tersebut
.
            Pasar Krempyeng terletak di desa Banaran, kelurahan Sekaran , kecamatan Gunung Pati yang merupakan penyangga kebutuhan yaitu dengan dilihat dari dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari kaitanya dengan struktur sosial yang terjadi.
            Menurut  A.R. Radcliffe dalam pidatonya mengenai struktur sosial yang berisi tentang (1) ilmu antropologi pada dasarnya harus mempelajari susunan hubungan antara individu-individu yang menyebabkan adanya berbagai sistem masyarakat, (2) struktur sosial dari suatu masyarakat itu mengendalikan tindakan individu dalam masyarakat, tetapi tidak tampak oleh seorang peneliti dengan sekejap pandangan, dan harus diabstraksikan secara induksi dan dari kenyataan kehidupan masyarakat yang konkret, (3) hubungan interaksi antarindividu dalam masyarakat adalah hal yang konkret yang dapat di observasi dan dapat dicatat, (4) dengan struktur sosial itu seorang peneliti kemudian dapat menyelami latar belakang seluruh kihidupan suatu masyarakat, baik hubungan kekerabatan, perekonomian, religi, maupun aktivitas kebudayaan atau pranata yang lainnya, (5) mempelajari struktur sosial suatu masyarakat diperlukan suatu penelitian di lapangan, dengan mendatangi sendiri suatu masyarakat manusia, (6) stuktur sosial dapat juga dipakai sebagai kriterium untuk menentukan batas-batas dari suatu masyarakat tertentu.
Dalam masyarakat Banaran tepatnya di pasar Krempyeng dalam stuktur kekerabatan yaitu adanya pengelompokan pedagang yang berjualan, di dalam pasar terdapat penjual sembako dan makanan ringan untuk kebutuhan sarapan, sedangkan di luar pasar terdapat penjual mainan, baju sehari-hari, service alat pribadi, alat perlengkapan rumah tangga maupun ikan. Pada hari-hari tertentu pasar Krempyeng di gemari banyak orang sehingga banyak orang yang berkunjung di pasar yaitu pada saat hari minggu yaitu pada saat libur sekolah atau kerja dan dalam hari senin, selasa, rabu, dan seterusnya tidak seramai hari minggu dan pedangang juga tidak sebanyak hari tersebut.
Situasi saat di pasar Krempyeng adanya tawar menwar antara pembeli dan penjual dalam kesepakatan pembelian, dan adapun yang tidak. Saat pembelian tersebut  pembeli tidak hanya dari kelas biasa tetapi juga ada kelas atas dilihat dari pengunjung yang ada dengan datang menggunakan mobil atau montor, struktur sosial kekerabatan tersebut sangat erat satu sama lain yaitu pembeli dan pedagang sebagian besar mengenal satu sama lain.



Menurut teori  golongan sosial, suatu golongan sosial juga merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. Bahkan seringkali ciri itu juga dikenakan kepada mereka sendiri. Walaupun demikian, suatu kesatuan manusia yang kita sebut golongan sosial itu mempunyai ikatan identitas sosial. Hal itu dapat disebabkan karena kesadaran identitas itu tumbuh sebagai respon atau reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan sosial tadi. Mungkin juga karena golongan itu memang terikat oleh suatu sistem nilai, sistem norma, dan adat-istiadat tertentu.
Dan dalam konsep interaksi, interaksi itu penting karena tiap masyarakat merupakan suatu kesatuan dari individu yang satu dengan lain berbeda dalam hubungan berinteraksi yang berpola mantap. Interaksi itu terjadi bila seorang individu dalam masyarat berbuat sedemikian rupa sehingga menimbulkan suatu respons atau reaksi dari individu-individu lain. Dalam hal menganalisis proses interaksi antara individu dalam masyarakat, kita harus membedakan dua hal, yaitu : (1) kontak, (2) komunikasi.
Pasar Krempyeng di huni oleh para penjual itu sesudah subuh yaitu pada saat pagi petang kira-kira jam 4.20 pagi, penjual menepati lapak-lapak yang  sudah ada kesepakatan, dan mulai sepi penjual sebelum dhuzur yaitu kira-kira 11.40 siang.



Interaksi dalam pasar Krempyeng antara pedagang satu sama lainnya dan penjual sangat bersinambungan yaitu di cirikan saat penjual tidak ada uang kecil untuk mengembalikan uang ke pembeli, penjual bisa menukar ke penjual yang lain, walaupun mereka juga sama-sama butuh. Interaksi penjual ke pembeli dapat dilihat dari pembicaraan yang mulai dari sosial, maupun pribadi.
Dalam pembayaran jual beli pada pasar Krempyeng masih menggunakan mata uang lokal yaitu rupiah serta belum menggunakan kartu Atm atau sejenisnya.
Ukuran tempat pasar Krempyeng sendiri di bandingkan dengan pasar tradisional lainya lebih kecil sehingga ada beberapa pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan parkiran buat mobil dan kenegaraan lainnya di parkirkan juga di pinggir jalan sehingga pada waktu itu keadaan jalan sempit dan ramai.
Bentuk pasar Krempyeng masih sederhana hanya tembok yang belum di warna ataupun di semen dan atap yang masih genteng yang berlantai satu. Dengan alas yang cukup kurang bersih serta masih beralas semen, yang belum berkeramik atau dengan batu alam sejenisnya. Makanan  yang di jual dalam pasar Krempyeng ada beberapa yang berbeda dengan makanan yang di jual di rumah makan dengan kata lain harganya lebih murah di pasar Krempyeng dibandingkan dengan makanan dari rumah makan atau restoran.
Aktivitas sehari-hari dalam pasar Krempyeng yaitu hanya menjualkan barang dagangan yang di bawa penjual, dan ada beberapa orang-orang menjualkan tenaga untuk mencari uang. Di samping pembeli dalam persentase yaitu anak muda yang kemungkinan mahasiswa yang membeli makanan dan bahan dapur  dengan 50% dan ibu-ibu dengan persentase 45%  dan yang sisanya yaitu persentase 5%  adalah orang yang mengantarkan ibu dan anak muda atau mahasiswa yang sedang belanja di tempat pasar Krempyeng.
Pasar Krempyeng dengan pasar-pasar yang lain yang tradisional di desa-desa dilihat dari segi kebudayaan dan caranya pasar Krempyeng hampir sama dengan  pasar tradisional, yaitu dapat disebutkan dengan interaksi dan komunikasi dalam jual beli.
Pada saat hujan beberapa pedagang terlihat cemas yang dapat dilihat dari perilaku yang ingin cepat-cepat membereskan dagangannya untuk berteduh di tempat yang aman dari hujan, beberapa pedagang yang lain yang mendapatkan tempat di dalam pasar Krempyeng terlihat tenang, tetapi terkadang cemas ketika ada air yang masuk  membasahi dagangannya. Sampah dari hasil kegiatan atau aktivitas sehari-hari pemasaran dalam pasar Krempyeng di bakar di samping pasar yaitu tempatnya di lapangan.

Ketika jam menunjukan waktu siang beberapa penjual satu-persatu meninggalkan pasar ada yang dengan jalan kaki menuju rumah tempat tinggal ada yang jauh dari pasar dan ada yang dekat, beberapa ada yang  bersepeda motor yang diantarkan oleh seseorang. Terkadang ada beberapa mahasiswa yang juga berjualan di pasar Krempyeng yang menjualkan barang dan tenaganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar