Pasar Krempyeng di Dalam Struktur
Sosialnya
Oleh :
Ahmad Mutho’illah (3401412141)
Pengertian
pasar, secara sempit pasar adalah satu tempat pertemuan dan pembeli untuk
melakukan transaksi jual beli dan jasa. Secara luas pasar adalah tempat
bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan
pembeli yang melakukan uang untuk
membeli barang dengan harga tertentu. Secara khusus pasar adalah (1) Sebagai sarana distribusi. Dengan
adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak
langsung untuk menawarkan hasil produksinya pada konsumen. (2) Sebagai pembentuk harga. Di
pasar terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli sehingga terbentuklah
harga (3) Sebagai sarana promosi
Dengan berbagai macam cara para produsen memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen sehingga para konsumen berniat membeli barang tersebut.
Dengan berbagai macam cara para produsen memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen sehingga para konsumen berniat membeli barang tersebut.
Pasar Krempyeng terletak di desa Banaran,
kelurahan Sekaran , kecamatan Gunung Pati yang merupakan penyangga kebutuhan
yaitu dengan dilihat dari dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kehidupan
sehari-hari tidak lepas dari kaitanya dengan struktur sosial yang terjadi.
Menurut A.R. Radcliffe dalam pidatonya mengenai
struktur sosial yang berisi tentang (1) ilmu antropologi pada dasarnya harus
mempelajari susunan hubungan antara individu-individu yang menyebabkan adanya
berbagai sistem masyarakat, (2) struktur sosial dari suatu masyarakat itu
mengendalikan tindakan individu dalam masyarakat, tetapi tidak tampak oleh
seorang peneliti dengan sekejap pandangan, dan harus diabstraksikan secara
induksi dan dari kenyataan kehidupan masyarakat yang konkret, (3) hubungan
interaksi antarindividu dalam masyarakat adalah hal yang konkret yang dapat di
observasi dan dapat dicatat, (4) dengan struktur sosial itu seorang peneliti
kemudian dapat menyelami latar belakang seluruh kihidupan suatu masyarakat,
baik hubungan kekerabatan, perekonomian, religi, maupun aktivitas kebudayaan
atau pranata yang lainnya, (5) mempelajari struktur sosial suatu masyarakat
diperlukan suatu penelitian di lapangan, dengan mendatangi sendiri suatu masyarakat
manusia, (6) stuktur sosial dapat juga dipakai sebagai kriterium untuk
menentukan batas-batas dari suatu masyarakat tertentu.
Dalam masyarakat Banaran tepatnya di
pasar Krempyeng dalam stuktur kekerabatan yaitu adanya pengelompokan pedagang
yang berjualan, di dalam pasar terdapat penjual sembako dan makanan ringan
untuk kebutuhan sarapan, sedangkan di luar pasar terdapat penjual mainan, baju
sehari-hari, service alat pribadi, alat perlengkapan rumah tangga maupun ikan.
Pada hari-hari tertentu pasar Krempyeng di gemari banyak orang sehingga banyak
orang yang berkunjung di pasar yaitu pada saat hari minggu yaitu pada saat
libur sekolah atau kerja dan dalam hari senin, selasa, rabu, dan seterusnya
tidak seramai hari minggu dan pedangang juga tidak sebanyak hari tersebut.
Situasi saat di pasar Krempyeng adanya
tawar menwar antara pembeli dan penjual dalam kesepakatan pembelian, dan adapun
yang tidak. Saat pembelian tersebut
pembeli tidak hanya dari kelas biasa tetapi juga ada kelas atas dilihat
dari pengunjung yang ada dengan datang menggunakan mobil atau montor, struktur
sosial kekerabatan tersebut sangat erat satu sama lain yaitu pembeli dan
pedagang sebagian besar mengenal satu sama lain.
Menurut teori golongan sosial, suatu golongan sosial juga
merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. Bahkan
seringkali ciri itu juga dikenakan kepada mereka sendiri. Walaupun demikian,
suatu kesatuan manusia yang kita sebut golongan sosial itu mempunyai ikatan
identitas sosial. Hal itu dapat disebabkan karena kesadaran identitas itu
tumbuh sebagai respon atau reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan
sosial tadi. Mungkin juga karena golongan itu memang terikat oleh suatu sistem
nilai, sistem norma, dan adat-istiadat tertentu.
Dan dalam konsep interaksi, interaksi
itu penting karena tiap masyarakat merupakan suatu kesatuan dari individu yang
satu dengan lain berbeda dalam hubungan berinteraksi yang berpola mantap.
Interaksi itu terjadi bila seorang individu dalam masyarat berbuat sedemikian
rupa sehingga menimbulkan suatu respons atau reaksi dari individu-individu lain.
Dalam hal menganalisis proses interaksi antara individu dalam masyarakat, kita
harus membedakan dua hal, yaitu : (1) kontak, (2) komunikasi.
Pasar Krempyeng di huni oleh para
penjual itu sesudah subuh yaitu pada saat pagi petang kira-kira jam 4.20 pagi,
penjual menepati lapak-lapak yang sudah
ada kesepakatan, dan mulai sepi penjual sebelum dhuzur yaitu kira-kira 11.40
siang.
Interaksi dalam pasar Krempyeng antara
pedagang satu sama lainnya dan penjual sangat bersinambungan yaitu di cirikan
saat penjual tidak ada uang kecil untuk mengembalikan uang ke pembeli, penjual
bisa menukar ke penjual yang lain, walaupun mereka juga sama-sama butuh. Interaksi
penjual ke pembeli dapat dilihat dari pembicaraan yang mulai dari sosial,
maupun pribadi.
Dalam pembayaran jual beli pada pasar
Krempyeng masih menggunakan mata uang lokal yaitu rupiah serta belum
menggunakan kartu Atm atau sejenisnya.
Ukuran tempat pasar Krempyeng sendiri di
bandingkan dengan pasar tradisional lainya lebih kecil sehingga ada beberapa
pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan parkiran buat mobil dan kenegaraan
lainnya di parkirkan juga di pinggir jalan sehingga pada waktu itu keadaan
jalan sempit dan ramai.
Bentuk pasar Krempyeng masih sederhana
hanya tembok yang belum di warna ataupun di semen dan atap yang masih genteng
yang berlantai satu. Dengan alas yang cukup kurang bersih serta masih beralas
semen, yang belum berkeramik atau dengan batu alam sejenisnya. Makanan yang di jual dalam pasar Krempyeng ada
beberapa yang berbeda dengan makanan yang di jual di rumah makan dengan kata
lain harganya lebih murah di pasar Krempyeng dibandingkan dengan makanan dari
rumah makan atau restoran.
Aktivitas sehari-hari dalam pasar
Krempyeng yaitu hanya menjualkan barang dagangan yang di bawa penjual, dan ada
beberapa orang-orang menjualkan tenaga untuk mencari uang. Di samping pembeli
dalam persentase yaitu anak muda yang kemungkinan mahasiswa yang membeli
makanan dan bahan dapur dengan 50% dan
ibu-ibu dengan persentase 45% dan yang
sisanya yaitu persentase 5% adalah orang
yang mengantarkan ibu dan anak muda atau mahasiswa yang sedang belanja di
tempat pasar Krempyeng.
Pasar Krempyeng dengan pasar-pasar yang
lain yang tradisional di desa-desa dilihat dari segi kebudayaan dan caranya
pasar Krempyeng hampir sama dengan pasar
tradisional, yaitu dapat disebutkan dengan interaksi dan komunikasi dalam jual
beli.
Pada saat hujan beberapa pedagang
terlihat cemas yang dapat dilihat dari perilaku yang ingin cepat-cepat
membereskan dagangannya untuk berteduh di tempat yang aman dari hujan, beberapa
pedagang yang lain yang mendapatkan tempat di dalam pasar Krempyeng terlihat
tenang, tetapi terkadang cemas ketika ada air yang masuk membasahi dagangannya. Sampah dari hasil
kegiatan atau aktivitas sehari-hari pemasaran dalam pasar Krempyeng di bakar di
samping pasar yaitu tempatnya di lapangan.
Ketika jam menunjukan waktu siang
beberapa penjual satu-persatu meninggalkan pasar ada yang dengan jalan kaki menuju
rumah tempat tinggal ada yang jauh dari pasar dan ada yang dekat, beberapa ada
yang bersepeda motor yang diantarkan
oleh seseorang. Terkadang ada beberapa mahasiswa yang juga berjualan di pasar
Krempyeng yang menjualkan barang dan tenaganya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar